Kamis, 13 Desember 2012

ICT Pacu Pertumbuhan Ekonomi Nasional



Dalam bidang industri, komputer digunakan pada proses perencanaan sebuah produk baru melalui program desain, seperti Computer Aided Design (CAD). Gunanya, agar produk yang diinginkan dapat dirancang secara cepat, mudah, dan memiliki ketepatan tinggi. Sebagai contoh, untuk menggambar bentuk desain mobil dibutuhkan waktu yang lama dan relatif sulit apabila dilakukan secara manual. Akan tetapi, dengan program CAD (misalnya, AutoCad) semua itu dapat teratasi. Bahkan, program ini dapat menggambarkan bentuk nyata sebuah desain mobil dilihat dari berbagai sudut (3 dimensi). Pada tahap produksi, digunakan robot yang dikendalikan oleh komputer dengan program Computer Numerical Control (CNC) dan Computer Aided Manufacture (CAM). Bahkan, ujicoba ketahanan kendaraan dapat dilakukan dan disimulasikan dengan komputer.
Dari penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa peran TIK dalam bidang industri dan manufaktur sangat besar, di antaranya adalah sebagai berikut.
a.  Sebagai alat bantu untuk merancang produk baru secara cepat, mudah, dan tepat (akurat).
b. Proses produksi dapat dilakukan dengan sesedikit mungkin tenaga manusia sehingga mengurangi resiko fisik yang dapat dialami oleh manusia.

Sektor teknologi informasi dan komunikasi (TIK) atau information and communication technology (ICT) diyakini mampu memacu pertumbuhan ekonomi nasional.

Menteri Komunikasi dan Informasi Tifatul Sembiring mengatakan, ICT adalah industri kreatif tanpa batas.

ICT diharapkan bisa menjadi pilar pembangunan, menyerap tenaga kerja baru, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan sebagai alat pemersatu bangsa.

Namun, kata dia, saat ini, masih terdapat beberapa masalah utama yang masih menjadi kendala di sektor ICT yang di antaranya adalah masih tingginya angka kesenjangan digital desain di daerah-daerah, infrastruktur ICT yang masih sangat sedikit, serta layanan kepada masyarakat masih kurang.

"Upaya pembangunan infrastruktur masih sedikit termasuk informasi yang edukatif khususnya dalam dunia penyiaran televisi,” kata Tifatul di sela-sela acara Indonesia Broadband Economy Forum 2011 tentang Navigating ICT For The Economy.

Tifatul mengatakan, pada 2014 mendatang, pihaknya menargetkan, Indonesia bisa menjadi negara yang informatif untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

“Misi pemerintah di 2014 adalah, bisa membangun infrastruktur ICT yang memadai, meningkatkan mutu sumber daya manusia, serta meningkatkan efisiensi utilisasi ICT,” jelasnya.

Selain itu, kata dia, pemerintah juga menargetkan pada 2012, Indonesia connnected bisa dicanangkan, Indonesia informatif bisa terealisasi 2014, Indonesia broadband 2015, dan Indonesia digital 2016.

ICT, kata dia, membutuhkan dukungan pemerintah. Salah satunya adalah ICT fund. “ICT efek dominonya kuat. Harus didukung pebisnis dan kalangan pemerintah, serta kampus. Pemerintah regulator, pebisnis operator, kampus inkubator. Jangan mengunci teknologi, jadi yang penting spec nya bisa menjalankann fungsinya. jangan dibatasi. Dia akan berkembang begitu cepat,” tegasnya.

Tifatul menjelaskan, dunia telah mengalami silent revolution, yakni ketika komunikasi beralih menggunakan jalur lebar atau pita lebar (broadband).

Temuan riset dari Bank Dunia (World Bank) 2009 adalah penetrasi broadband sebesar 10 persen bisa meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) 1,38 persen. Selain itu, investasi sebesar satu persen di sektor ICT  bisa memacu pertumbuhan ekonomi suatu negara hingga sekira tiga sampai lima persen.

Pemerintah, kata Tifatul, berencana untuk membangun proyek Palapa Ring. Proyek itu bisa menyatukan seluruh provinsi di Indonesia. Kemenkominfo sendiri telah menyelesaikan proyek dari Manado ke Kupang. Bahkan, kata dia, kabel fiber optik akan ditanamkan di sepanjang Manado-Ternate-Manokwari pada akhir tahun ini.

“Setelah Palapa Ring, harus dikembangkan smart city atau cyber city sampai ke gang-gang,” katanya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Firmanzah mengatakan, setiap terjadi penetrasi broadband sekira 1-10 persen, maka PDB suatu negara bisa bertumbuh 0,0025-1,5 persen.

“Kita punya persoalan banyak UKM dan logistik. Itu yang sulit. Jadi kalau usaha jual pakaian online, pengirimannya sulit karena logistiknya buruk,” kata Firmanzah.

Menurutnya, investasi di sektor ICT bisa mendorong terjadinya peralihan perekonomian Indonesia, yakni dari negara pengekspor bahan mentah menjadi negara yang berekonomi kreatif.

“Saat ini, ekspor bahan baku mentah kita hanya kalah dari Brasil yang 51 persen. Kita masih 48-49 persen,” ucapnya


Industri ICT Indonesia Akan Tumbuh Signifikan


Sejarah penggunaan ICT atau komputer di Indonesia tidak hanya dimulai dengan mulai maraknya digunakan personal computer (PC) sekitar awal tahun 80-an atau jaringan Internet sekitar awal tahun 90-an, tetapi jauh sebelum itu yaitu sekitar akhir tahun 50-an.
Pada  awal mulai digunakannya peralatan IT atau komputer di Indonesia, tidak banyak perusahaan yang dapat menggunakan peralatan komputer tersebut, karena pada saat itu komputer masih langka dan sangat mahal harganya. Komputer yang digunakan pada masa itu adalah komputer besar atau disebut dengan istilah komputer mainframe. Merek komputer yang paling banyak digunakan di masa itu adalah komputer merek IBM, bahkan konon sekitar tahun 60-an, terdapat suatu bank yang memberi nama unit kerja pengolahan datanya dengan sebutan “Divisi IBM” hanya karena komputer yang digunakannya bermerek IBM. Bahasan mengenai sejarah penggunaan ICT di Indonesia dalam tulisan ini akan terbatas dan berakhir saat muncul Personal Computer (PC) pada sekitar awal tahun 80-an dimana mulai banyak perusahaan yang menggunakan PC dan jumlahnya menjadi tidak terhitung. Pada tahun 1956 Bank Indonesia mulai menggunakan UNIVAC 1004, di tahun 60-an ITB mulai menggunakan IBM 1401. Sejak setelah tahun 1967, permintaan pemasangan dan penggunaan peralatan komputer semakin meningkat terutama pada instansi-instansi Pemerintah sehingga Pemerintah merasa perlu untuk mengadakan pengaturan pemanfaatan peralatan komputer dengan membentuk suatu badan yang dikenal dengan nama BAKOTAN (Badan Koordinasi Otomatisasi Administrasi Negara) pada tanggal 4 Juli 1969 yang berfungsi sebagai konsultan bagi instansi-instansi yang akan membeli atau menyewa peralatan komputer.

Sejak mulai maraknya penggunaan PC pada awal tahun 80-an, maka selanjutnya semakin banyak perusahaan di Indonesia yang menggunakan komputer dan jumlahnya menjadi tidak terhitung.
Penggunaan ICT ini sangat penting bagi pendidikan di era globalisasi ini khususnya untuk Indonesia. Dengan ICT kita bisa meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia agar sederajat dengan pendidikan internasional yang mungkin jauh lebih berkembang dari pada di Indonesia. Sekarang sudah banyak proses pembelajaran yang berlangsung dengan menggunakan ICT, dengan ICT pembelajaran akan berlangsung lebih efektif dan efisien. Siswa dan Guru bisa dengan bebas mengembangkan kemampuan mereka dan mereka juga bisa berinteraksi denga siapa saja.
Dalam penggunaan ICT Dwyer et al (1994) dan Yocum (1996) menemukan bahwa guru dengan orientasi yang lebih konstruktivis lebih cenderung memilih perangkat lunak terbuka. Demikian pula, Maor dan Taylor (1995) menemukan bahwa cara-cara di mana guru menggunakan teknologi baru bervariasi sesuai dengan epistemologi orientasi mereka. Baru-baru Gobbo dan Girardi (2002) dalam studi hubungan antara keyakinan guru dan integrasi ICT di sekolah-sekolah Italia menemukan bahwa kedua teori pribadi pengajaran dan tingkat kompetensi tidak mempengaruhi tingkat pemanfaatan serta modalitas digunakan. Hal ini cenderung berjalan paralel dengan gaya pedagogis dan pandangan epistemologis yang didukung oleh para guru. Akhirnya, Dwyer dan rekan-rekannya (1991) menyimpulkan bahwa bahkan di mana guru yang didedikasikan untuk penyelidikan dari potensi teknologi untuk meningkatkan pembelajaran, mereka sering di cek oleh pribadi dan kebiasaan kelembagaan dan oleh variasi dalam penyediaan peralatan dan struktur kelas yang tepat.
Industri informasi, teknologi, dan komunikasi (ICT) sangat berperan dalam persaingan dunia global yang semakin ketat. Negara yang tertinggal dalam hal perkembangan dan penerapan ICT biasanya akan sulit bersaing. Dalam model ekonomi Solow, kemajuan teknologi dapat menjelaskan terjadinya peningkatan standar kehidupan masyarakat.
Di Indonesia, industri ICT mulai tumbuh seiring membaiknya perekonomian karena mengalirnya investasi asing. Pemerintah telah menetapkan target investasi sebesar 6,5% guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.
Aliran investasi asing di Indonesia dapat terlihat dari banyaknya pembangunan pabrik, yang nilainya diperkirakan mencapai 10% dari GDP. Sehingga, pertumbuhan ekonomi Indonesia diestimasi menjadi yang tertinggi diantara negara Asia Tenggara lainnya.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia itulah yang membuat lembaga riset International Data Corporation (IDC) berani mengestimasi belanja teknologi informasi tahun ini dapat mencapai US$ 12,9 miliar, atau naik 18% dari tahun lalu. Bahkan bisa mencapai 20% per tahun.
Pemicu naiknya belanja TI tahun ini adalah karena investor dari pasar global berniat mengalihkan investasinya ke negara berkembang yang dinilai berpeluang besar untuk terus tumbuh. Diperkirakan dalam beberapa waktu mendatang, akan banyak pabrik baru yang membutuhkan solusi konektivitas seperti mobile broadband dan cloud computing.Dengan demikian, hal tersebut secara tidak langsung berakibat ke pertumbuhan ICT.
Diperkirakan, belanja IT Indonesia akan digunakan untuk membeli client systems (31,8%), IT services (25,1%), paket software (10,6%), storage (7,5%), peripheral dan aplikasi tambahan (7%),  sistem server (8,8%), peralatan telekomunikasi (3,4%), dan lain-lain (5,8% ).
Kompetisi yang semakin ketat antar perusahaan juga menyebabkan tumbuhnya industri ICT di Indonesia. Saat ini telah banyak perusahaan yang menerapkan komputerisasi di segala aspek bisnisnya dan fokus ke layanan pelanggan berbasis value added service. Hasil riset IDC mengatakan, sekitar 50% perusahaan di Indonesia akan mengadopsi layanan cloud dalam jangka waktu 12-24 bulan mendatang karena mereka mulai menyadari pentingnya efisiensi biaya operasional.
PT. Telekomunikasi Indonesia (Telkom) tahun ini pun kian meningkatkan agresivitasnya. Sebagai pionir di industri ICT berbasis TIME, Telkom sedang berusaha mempercepat pembangunan jaringan serat optik ke wilayah perkotaan dan membangun akses wireless fidelity (WiFi) secara nasional. Diharapkan upaya tersebut bisa meningkatkan pendapatan bisnis broadband dengan target pertumbuhan sekitar 20% di tahun ini.

Kamis, 19 Mei 2011

19 May 2011

Puji Syukur saya ucapkan kepada Tuhan yang Maha Esa hingga saat ini saya masih di berikan nikmat yang sangat banyak serta memiliki kedua Orang Tua yang begitu mencintai saya dan begitu pun sebaliknya. Saya sangat mencintai mereka,berkat mereka lah saya dapat menjadi pribadi yang bersemangat untuk menggapai suatu cita-cita yg sangat saya inginkan,bimbingan dari kedua Orang Tua saya sungguh sangat membuat hidupku lebih mudah,walau tentunya cobaan selalu datang toh tanpa cobaan hidup kita terasa tidak berwarna,di ibaratkan sebuah pelangi yang hanya memiliki satu warna. :) Orang Tua segalanya buatku,apa yang saya inginkan dan saya lakukan tujuan utamanya yaitu ingin membuat kedua Orang Tua saya bahagia. Walaupun begitu,saya pikir jasa-jasa mereka tidak akan pernah terbalaskan. I love you my Parents :)
Template by : kendhin x-template.blogspot.com